Waktu mau lahiran si bungsu, sibuk deh browsing sana sini cara perlengkapan bayi yang oke. Secara dunia sekarang sudah berbeda, teknologi sudah bisa menembus ruang dan waktu. kalo jaman dulu harus keliling pasar cari perlengkapan bayi, sekarang tinggal buka olshop aja, jauh lebih murah dan mudah menurutku.
Salah satu yang menarik bagiku waktu itu adalah bedong rainbow. Sepertinya cute dan keren. Tapi harganya lumayan mahal dibandingkan bedong biasa. belum lagi ada keraguan nyaman tidaknya bedong ini di pakai ke ade bayi. Walaupun waktu itu belum nemu review tentang bedong ini, untuk menghilangkan rasa penasaran akhirnya aku beli 6 buah yang ukuran besar di olshop (aku biasa belanja di shopee). Merknya felicia kalo gak salah, sebenarnya agak lupa juga dapet 5 atau 6 pc untuk harga 90- 100 ribuan.
Review saya tentang bedong ini adalah :
1. Bahannya kaos, tapi bukan katun combed. Kalo buat baju atau celana kurang recomended menurutku. Tapi buat bedong ternyata lumayan enak dan gak panas.
2. Mudah digunakannya. Aku suka aja makein bedong ini ke anakku, lebih mudah dibanding pakai bedong biasa.
3. Jauh lebih keren menurutku. Jadi kalo pagi sampai sore sebisa mungkin aku pakein bedong ini, supaya kelihatan lebih cute kalo ada temen yang dateng nengokin si kecil. soalnya bedong motif2 biasa kurang menarik, dan kayaknya kurang gagah kalo buat anak cowok.
4.warnanya awet walaupun dicuci pake mesin cuci terus, cepat kering dan gampang dibersihkan dari noda. jadi ini bedong masih bagus walaupun sudah dipensiunkan.
Kesimpulannya, bedong ini keren dan worthed banget untuk dibeli. Demikian ibu-ibu, semoga review ini bisa dijadikan referensi untuk beli perlengkapan bayi.
Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat.
buahseri.blogspot.com terinspirasi dari pohon seri di depan rumah yang ditanam setahun yang lalu. Sekarang pohonnya yang rindang menyejukkan halaman rumah dan menghasilkan buah manis yang dapat dinikmati setiap hari. Harapannya semoga blog ini dapat berkembang secepat pohon seri dan walaupun kecil memiliki manfaat seperti buah seri.
loading...
Friday, November 24, 2017
Wednesday, October 4, 2017
Review Pengurai Alami WC Mampet DEGRA SIMBA
Berawal dari kesulitan mencari review masalah wc mampet membuat saya tertarik untuk menulis perjalanan mengatasi wc mampet di rumah.
Kami membeli rumah tua yang cukup lebar dan merenovasinya. Kamar mandi dibongkar total hingga ke WC tapi tidak salurannya. Satu kesalahan di awal kami tidak mengecek salurannya. Dari 2 WC ternyata 1 WC kurang lancar, tapi masih bisa dipergunakan. Kami harus rajin menyiram WC dengan air yang sangat banyak beberapa hari sekali supaya tidak mampet.
Hingga suatu hari satu wc mulai tampak mengkhawatirkan. Benar saja ketika dipergunakan WC benar-benar jadi mampet..pet...
Untungnya masih ada satu WC lain yang bisa dipergunakan, tetapi satu WC saja menimbulkan masalah di pagi hari untuk kami yang memiliki 5 orang anak.
Dimulailah perjuangan kami menyelesaikan WC mampet. Pertama kami coba dengan soda api yang disiram air panas (liat di googledan youtube), sereem... malah bahaya karena soda api menyembur seperti meledak-ledak. Lewat... masalah tidak selesai.
Cari di online shop (shopee dan tokopedia) ketemulah degra simba dengan penjualan terbanyak, tapi reviewnya masih nggak jelas, banyak yang bilang nggak sukses juga tapi banyak juga yang ngasih bintang lima tanpa penjelasan. Yang jelas penjualannya banyakk... dan rincian produknya cukup meyakinkan, apalagi produk ini lisensi dari ITB. (Katanya sih..)
Cari review degra simba gak ketemu juga, akhirnya dicoba beli online di Shopee 90 ribu dapet 3 botol. Mudah-mudahan saja berhasil. Penjelasannya sih keren, setiap botolnya berisi cairan dengan 4 jenis bakteri pengurai yang bisa menguraikan sampah organik. Baru pesan 2 hari barang sudah sampai, kebetulan dapet toko yang recommanded jadi barang langsung dikirim pada hari yang sama.
Langsung dicoba dituang satu botol ke lubang wc, disiram air 1 gayung dan dibiarkan 6 jam. Setelah itu disiram dengan air sebanyak-banyaknya. Lubang WC sudah mulai bisa bergerak, tapi masih jauh dari lancar. Dilanjut dengan botol kedua dan ketiga.
Botol ketiga malah didiamkan lebih dari 12 jam biar hasil maksimal, karena botol terakhir (harapan terakhir juga maksudnya).
Sebenernya di antara botol2 degra simba saya kombinasikan juga dengan fermipan, ragi untuk membuat roti. Karena salah satu bakteri pengurai yang saya baca di degra simba sama dengan bakteri di fermipan, Ada yang sama dengan bakteri di yakult juga, tapi sayang mau nuang yakult ke wc, hahaha.....
Botol ketiga malah didiamkan lebih dari 12 jam biar hasil maksimal, karena botol terakhir (harapan terakhir juga maksudnya).
Sebenernya di antara botol2 degra simba saya kombinasikan juga dengan fermipan, ragi untuk membuat roti. Karena salah satu bakteri pengurai yang saya baca di degra simba sama dengan bakteri di fermipan, Ada yang sama dengan bakteri di yakult juga, tapi sayang mau nuang yakult ke wc, hahaha.....
Hasilnya.....demikian saudara-saudara, wc kami sekarang lancar jaya. Inilah kenapa saya merasa perlu menuliskan review degra simba ini, karena wc saya berhasil bebas dari mampet tanpa disedot.
Tapi bagaimanapun juga demi kesehatan wc tetap perlu disedot secara berkala ya. Supaya bakteri berbahaya tidak mencemari tanah.
Sebenarnya penggunaan fermipan cukup efektif juga menurut saya, karena beberapa waktu lalu ketika wc ada gejala akan mampet saya kasih femipan 1 bungkus dan difermentasi beberapa jam dalam lobang wc bisa lancar juga. Mungkin hal ini diakibatkan bakteri pada fermipan yang dapat mengurai bahan-bahan organik sehingga jadi lebih lunak dan dapat disiram.
Semoga tulisan ini bisa membantu anda yang mengalami wc mampet juga. Terima kasih untuk Degra Simba terutama bagi para penemu yang memformulasikannya. Semoga penemuannya semakin hebat dan bermanfaat.
Terima kasih juga sudah berkunjung, semoga bermanfaat.
Sebenarnya penggunaan fermipan cukup efektif juga menurut saya, karena beberapa waktu lalu ketika wc ada gejala akan mampet saya kasih femipan 1 bungkus dan difermentasi beberapa jam dalam lobang wc bisa lancar juga. Mungkin hal ini diakibatkan bakteri pada fermipan yang dapat mengurai bahan-bahan organik sehingga jadi lebih lunak dan dapat disiram.
Semoga tulisan ini bisa membantu anda yang mengalami wc mampet juga. Terima kasih untuk Degra Simba terutama bagi para penemu yang memformulasikannya. Semoga penemuannya semakin hebat dan bermanfaat.
Terima kasih juga sudah berkunjung, semoga bermanfaat.
Wednesday, December 7, 2016
Mencegah Penderita Diabetes di Amputasi
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman orang lain yang menderita diabetes. Luka yang semakin besar dan buruk mengakibatkan vonis amputasi dijatuhkan dokter untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Ternyata nasib baik masih berpihak padanya, minum rebusan daun sirih merah selama seminggu akhirnya menyembuhkan luka pada penderita diabetes. Amputasi tidak jadi dilakukan, dan lukanya berangsur sembuh.
Semoga postingan kali ini bisa bermanfaat untuk mencegah para penderita diabetes untuk diamputasi. Aamiin ya Rabbal'alamin.
Thursday, November 17, 2016
Obat Penyakit Gatal Kulit
Selama 2 minggu ini saya tiba-tiba merasakan gatal kulit yang cukup menyakitkan. Entah penyakit apa? Awalnya saya kira campak, tapi ternyata bukan. Saya tidak merasakan demam, hanya gatal saja. Lama-lama saya pikir ini alergi, di beberapa bagian terasa gatal seperti digigit semut merah, pada beberapa bagian agak melepuh, panas dan mengelupas. Karena sedang hamil, saya tidak meminum obat apapun. Saya berusaha mengurangi efeknya dengan menggunakan bedak gatal dan bedak bayi, juga banyak mengonsumsi buah-buahan dan air kelapa muda. Saya juga mengurangi konsumsi telur, ikan dan susu.
Tidak terasa ada perbaikan, semakin lama semakin parah dan menyakitkan. Setiap habis mandi kulit terasa pedih, merah dan panas. Saya hanya bisa bersabar dan mohon ampun kepada Allah.....
Tidak terasa ada perbaikan, semakin lama semakin parah dan menyakitkan. Setiap habis mandi kulit terasa pedih, merah dan panas. Saya hanya bisa bersabar dan mohon ampun kepada Allah.....
Sampai 3 hari yang lalu, saya membuatkan jus wortel untuk anak-anak dan saya ikut meminumnya. Subhanallah, alhamdulillah tiba-tiba saja peradangan dikulit saya berkurang....
Saya baca-baca di mbah google, ternyata jus wortel memang sangat bermanfaat untuk penyakit kulit. Karena terasa manfaatnya, saya teruskan minum jus wortel sehari 2 kali, pagi 1 gelas dan malam 1 gelas. Karena kebetulan sedang kehabisan gula, jadilah dari awal sampai hari ini minum jus wortel menggunakan campuran madu. Saya pakai madu TJ Super, mungkin saja madunya bisa menambah khasiat. Walaupun sebenarnya saya sudah lama rajin minum madu tapi gatal tidak berkurang, hehe...
Sekarang saya belum sembuh total, tetapi sudah jauh lebih baik. Mudah-mudahan dengan rajin minum jus wortel penyakit aneh ini bisa sembuh total. Oh ya, jangan kebanyakan ya minum jus wortelnya, karena mengonsumsi wortel lebih dari 250 gr setiap harinya dapat menjadi racun bagi tubuh. Jangan lebih dari 2 gelas yaa...
Terakhir, saya berharap jika ada para pembaca mengalami penderitaan serupa, dapatlah kiranya mencoba jus wortel seperti saya. Mudah-mudahan penyakitnya bisa sembuh juga, Aamiin ya robbal alamiin.
Kamis, 8 Desember 2016
Sudah sekitar sebulan berlalu dari serangan penyakit kulit (yang menurut saya alergi). Ternyata ada hikmah positif dibaliknya. Pengelupasan dan peradangan luar biasa dikulit wajah saya mambawa dampak yang baik, alhamdulillah ternyata tidak membekas. Malahan jadi treatment yang bagus sepertinya, hehe....
Karena akhirnya wajah saya jadi jauh lebih mulus, jerawat habis menghilang dan bekas-bekasnya pun raib bersama kulit yang mengelupas.
Subhanallah, ternyata selalu ada hikmah dibalik cobaan......
Saya juga membuat sebuah review evoo (extra virgin olive oil), minyak ajaib yang bisa mengobati jerawat, bisul, gigitan semut/nyamuk, sampai gigitan lebah dan lipan. Baca ya di Sejuta manfaat minyak zaitun (evoo). Khasiatnya beneran loh, sudah saya buktikan dalam 3 tahun terakhir ini.
Saya juga membuat sebuah review evoo (extra virgin olive oil), minyak ajaib yang bisa mengobati jerawat, bisul, gigitan semut/nyamuk, sampai gigitan lebah dan lipan. Baca ya di Sejuta manfaat minyak zaitun (evoo). Khasiatnya beneran loh, sudah saya buktikan dalam 3 tahun terakhir ini.
Monday, October 17, 2016
Pengalaman Berkebun Sengon dan Karet
Saya dan suami memiliki pekerjaan utama sebagai seorang pegawai negeri sipil di salah satu kota di Provinsi Lampung. Memiliki banyak anak dan keinginan untuk memiliki hidup yang lebih baik tentu mendorong kami berfikir lebih kreatif untuk mencari penghasilan tambahan. Membuka usaha tentu tidak memungkinkan karena kami bekerja full time.
Pilihan kami jatuh pada berkebun. Sekitar tahun 2008 kami membeli tanah beberapa hektar dengan harga yang sangat murah, hanya sekitar 3 jutaan/ha. Tentu saja lokasi sangat sulit, jauh dari tempat tinggal kami (4 jam perjalanan) dan masih berupa hutan tak terurus. Perjuangan membuka lahan, menanam, merawat hingga bisa dipanen sangatlah panjang dan berat. Saat ini total lahan kebun karet yang sudah bisa dipanen sekitar 9 ha, dan harga getahnya sangatlah rendah. Saat ini harga karet di kebun kami hanya 6000an/kg, dengan hasil sekitar 1 ton getah per 2 minggu, itupun hasilnya dibagi 2 dengan penderes. Kami juga pernah menikmati harga karet sampai dengan 18.000/kg, tapi sayangnya waktu itu produksi masih sedikit. Jika harga karet cukup tinggi, pemilik umumnya bisa mendapatkan bagian sampai dengan 65% dari penjualan. Tapi dengan harga yang sangat rendah seperti sekarang tentu pekerja akan kesulitan hidup jika hanya mendapatkan bagian 35% saja.
Sedikit banyak kami merasa senang karena memiliki penghasilan tambahan, walaupun rada kecewa karena harga kurang memuaskan. Tetapi rezeki memang sudah ada yang mengatur, segala sesuatunya harus kita syukuri bukan?
Setidaknya kami pada akhirnya memili lahan yang luas, dan walaupuh hasil panen tidak seberapa tapi nilai tanah sudah naik lebih dari 10 kali lipat. Lokasi yang tadinya terpencil, sekarang sudah mulai ramai dan memiliki akses jalan yang baik.
Selain berkebuh karet, kami iseng-iseng juga menanam sengon di kampung halaman suami. Waktu itu ada lahan milik orang tua suami yang tidak dipergunakan, luasnya kurang dari 1 hektar. Waktu itu lagi booming berita-berita tentang sengon. Kabarnya hasilnya luar biasa.
Januari tahun 2010, setelah lahan dibersihkan suami membawa bibit sengon dari kota tempat tinggal kami (daerah kami banyak pembibit kayu, buah dan bunga) ke kampung orang tuanya yang jaraknya sekitar 3 jam perjalanan. Sekitar 550 batang bibit dibawa dengan mobil pribadi, dan langsung ditanam keesoan harinya. Lubang memang sudah disiapkan sebelumnya. Seharusnya memang bibit diistirahatkan sekitar 2 minggu sebelum ditanam, tapi demi mengejar waktu dan sulitnya bolak balik ke lokasi, bibit langsung ditanam dengan jarak 4 x 4 meter.
Sengon yang kami tanam jenis sengon putih. Banyak penduduk sekitar yang akhirnya ikut menanan sengon karena melihat cepatnya pohon sengon tumbuh. Sekitar tahun ketiga atau keempat, mulai banyak yang ingin membeli kayu sengon kami tersebut, awalnya ditawar 25 juta. Tentu saja tidak kami jual karena jauh dari target. Seiring berjalannya waktu tawaran meningkat 40 juta, 60 juta, 75 juta, dan akhirnya kami jual dengan harga 100 juta. Pembayaran cash dan hanya keluar komisi 5 jt untuk makelar, pemilik tidak mengeluarkan biaya lainnya. Harga jual kayu sengon ini cukup menguntungkan bukan?
Sebenarnya ada yang kami sesali, kenapa kebun yang kami tanami karet itu tidak kami tanami sengon saja. Harga bibit murah, perawatanpun sangat mudah dan murah. Karena sebenarnya hampir-hampir tidak ada perawatan yang kami lakukan. Bibit sengon harganya sekitar Rp. 1.200-1500/batang, biaya pembersihan lahan sekitar 1 juta, pembuatan lubang sampai tanam Rp. 3000/titik tanam.
Satu kali membeli racun rumput round up Rp. 500.000 termasuk upah semprot. Dan beberapa kali membuang cabang agar pohon bisa tinggi dilakukan sendiri. Tidak pernah kami pupuk, karena lahannya sudah subur (dan pemiliknya cukup malas hehe,..). Tapi bagi yang lahannya kurang subur harus dipupuk yaa... Total biaya hanya 5 jutaan per hektar. Dengan kondisi pohon yang mati dan rubuh cukup banyak, yang tersisa kurang dari 300 batang sengon, namun harga jual cukup menjanjikan.
Bayangkan kalau kami menanam sengon saja 6 tahun yang lalu, saat ini kami bisa mendapatkan uang cash sekitar 1 milyar rupiah (ngekhayal...), dan bisa langsung ditanami lagi setelah dipanen.
Saya hanya ingin berbagi pengalaman dan angka yang realistis dari berkebun karet maupun sengon. Karena beberapa web yang saya baca hasilnya bisa ratusan juta dalam 6 tahun dan modal tanam mencapai puluhan juta. Tidak masuk akal bagi saya. Bahkan ada yang menulis dalam 1 hektar ditanam sampai 4000-5000 batang, mau jarak tanam berapa?
Mudah-mudahan tulisan ini bisa lebih mudah dipahami dan bisa menginspirasi saudara saudari untuk berkebun, dengan modal dan hasil yang lebih realistis dan mendekati kenyataan.
Semoga bermanfaat, smoga pembaca ada yang bersedia share pengalamannya dalam berkebun juga.
Kamis, 5 Oktober 2010
Setahun berlalu dari tulisan saya di atas. Karena hasil yang bagus dari pohon sengon membuat kami menanam pohon sengon di wilayah perkebunan karet kami. Dan ternyata .......hasilnya tidak sebaik yang kami kira, ternyata pohon sengon ini hanya tumbuh baik di daerah yang relatif dingin dan basah seperti Kota Agung, Tanggamus dan tidak cocok ditanam di Way Kanan yang sangat panas dan kering.
Ternyata pilihan kami tidak salah (hehe..), walaupun tidak terlalu banyak (sekitar 10 juta per bulan) bisa kami nikmati dari kebun karet di Way Kanan. Sangat lumayan untuk PNS di kota kecil seperti kami.
Yang penting adalah banyak-banyak bersyukur dan tidak berhenti berusaha. Semoga Allah meridhoi usaha kita dan melimpahkan rezeki-Nya yang halal. Amiin Ya Robbal Alamiin.
Kamis, 5 Oktober 2010
Setahun berlalu dari tulisan saya di atas. Karena hasil yang bagus dari pohon sengon membuat kami menanam pohon sengon di wilayah perkebunan karet kami. Dan ternyata .......hasilnya tidak sebaik yang kami kira, ternyata pohon sengon ini hanya tumbuh baik di daerah yang relatif dingin dan basah seperti Kota Agung, Tanggamus dan tidak cocok ditanam di Way Kanan yang sangat panas dan kering.
Ternyata pilihan kami tidak salah (hehe..), walaupun tidak terlalu banyak (sekitar 10 juta per bulan) bisa kami nikmati dari kebun karet di Way Kanan. Sangat lumayan untuk PNS di kota kecil seperti kami.
Yang penting adalah banyak-banyak bersyukur dan tidak berhenti berusaha. Semoga Allah meridhoi usaha kita dan melimpahkan rezeki-Nya yang halal. Amiin Ya Robbal Alamiin.
Monday, September 5, 2016
Pengalaman Anak Tidak di Imunisasi
Pertama kali saya tahu tentang bahaya imunisasi ketika teman kantor saya dikejar-kejar (maksudnya didatangi terus....) petugas posyandu karena anaknya tidak pernah imunisasi, Seolah mereka jadi PR besar bagi petugas posyandu untuk menyadarkan pentingnya imunisasi. Dan anak yang tidak pernah diimunisasi ini sangat sehat dan hampir tidak pernah sakit, bahkan orangtuanya tidak ingat kapan terakhir kali anak mereka sakit.
Berawal dari situlah, saya memulai pencarian saya tentang baik buruknya imunisasi. Belajar dari beberapa buku, blog dan website akhirnya saya berkesimpulan tidak akan pernah mengimunisasi anak saya lagi.
Waktu itu 3 dari anak saya telah lahir, ketiga-tiganya telah diimunisasi campak dan tetap terkena campak, telah diimunisasi cacar dan ketiga-tiganya terkena cacar. Sooo, imunisasi buat cegah apa?
Anak ke-4 lahir dan saya ngotot dengan bu bidan yang membantu kelahiran untuk tidak mengimunisasi anak saya. Saya dinasehati panjang lebar, agar mau sadar dan mengimunisasi anak saya. Untungnya bu bidan masih menghormati permintaan saya untuk tidak memberikan imunisasi pada si kecil.
Selamatlah anak keempat saya dari imunisasi. Saat ini putra keempat saya sudah berumur 4 tahun, alhamdulillah sangat sehat, hampir tidak pernah sakit.
Teman-teman di kantor saya sudah banyak yang tidak mengimunisasikan anak-anaknya, dan mereka sependapat bahwa anak tanpa imunisasi lebih sehat dibandingkan yang diimunisasi.
Selain terbebas dari kewajiban menyiksa (menyuntik) anak karena imunisasi, juga lebih lega karena anak-anak jauh dari obat karena hampir tidak pernah sakit.
![]() |
| Anak tanpa Imunisasi |
Sunday, April 17, 2016
Berbagi Pengalaman Minum Rebusan Daun Sirsak
Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman dalam
pengobatan menggunakan rebusan daun sirsak.
Kali ini saya tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang kandungan dan
khasiat daun sirsak, blog lain sudah sangat banyak menjelaskannya secara
rinci. Saya akan lebih fokus
menceritakan pengalaman-pengalaman pribadi saya dan orang-orang disekitar saya
yang sudah mencoba pengobatan ini.
Saya sudah cukup lama ikut-ikutan minum rebusan daun sirsak
ini, terutama karena rasanya yang bisa lebih saya terima dibandingkan rebusan
daun obat lainnya. Rebusan sambiloto
maupun sirih merah menurut saya luar biasa pahitnya, saya tidak sanggup
meminumnya. Saya memiliki penyakit batuk
menahun yang sering kumat bila terkena debu dan dingin. Kalau menurut dokter sebenarnya saya alergi
dengan debu, dan batuk lebih mudah muncul bila udara dingin. Minum rebusan ini membuat saya merasa lebih
baik, tidak tiap kali terkena debu langsung batuk, saya merasa lebih mudah
mengendalikan rasa ingin batuk.
Saya mempunyai seorang teman yang memiliki kolesterol
tinggi, dia concern sekali menjaga kadar kolesterol dalam darahnya dengan cara
menghindari makanan-makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Dia menceritakan pengalamannya meminum obat
herbal kulit manggis merk tertentu sampai habis satu botol tapi tidak
berpengaruh pada kolesterolnya. Dia sudah mencoba rebusan daun sirsak, diminum
sehari 2-3 kali, cukup tiga hari kadar kolesterol turun secara signifikan. Ada teman lain juga yang bisa menurunkan
kalesterol tinggi dalam 3 hari dengan cara minum omepros, tentu saja cara ini
jauh lebih mahal karena 1 botol omepros harganya sudah lebih dari 125 ribu
rupiah.
Tetangga saya juga punya cerita menarik tentang minum
rebusan daun sirsak ini. Dia sudah
divonis terkena kanker payudara (saya lupa stadium berapa), yang jelas harus
segera diangkat kankernya. Karena
keterbatasan dana, sang ibu berusaha mengumpulkan uang untuk operasi sambil
minum rebusan daun sirsak untuk mencegah penyakit menjalar lebih jauh. Sekitar 3 bulan kemudian, ibu tersebut
kembali ke dokter dan menyatakan telah siap untuk melakukan operasi. Namun hasil pemeriksaan menyatakan kankernya
sudah tidak ada sehingga tidak perlu dilakukan operasi. Menakjubkan sekali bukan?
Saya sangat berharap orang lain bisa
mengambil manfaat dengan cerita ini, dan semoga semakin banyak orang bisa
sembuh dari penyakitnya. Amiin.
Terima kasih sudah berkunjung, Semoga Bermanfaat.
Subscribe to:
Posts (Atom)


